Di sebuah desa yang tenang, tersembunyi sebuah tempat yang dikenal dengan nama Pemandian Kincir Sutra. Tempat itu tidak hanya terkenal karena airnya yang jernih, tetapi juga karena suasananya yang begitu menenangkan, seolah-olah waktu berjalan lebih lambat di sana.
Suatu hari, desa tersebut mengalami musim kemarau panjang. Banyak sumber air mengering, namun anehnya, mata air di tempat gadis itu tetap mengalir deras. Warga pun datang dan memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka percaya bahwa kebaikan hati sang gadis dan ketekunannya membuat tempat itu diberkahi.
Sejak saat itu, tempat tersebut dinamakan Pemandian Kincir Sutra. Kincir kayu buatan gadis itu tetap dipertahankan oleh warga, meskipun telah beberapa kali diperbaiki. Airnya yang segar dan suasananya yang damai membuat banyak orang datang, bukan hanya untuk mandi, tetapi juga untuk menenangkan pikiran.